KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

BANTUAN

Buku Tamu Peta Kamus

TELUSURI

MULAI DARI SINI

Home Daftar Isi About Me

Sabtu, 17 Maret 2012

Dampak Negatif Teknologi di Bidang Sosial, Pendidikan dan Budaya


Dampak Negatif Teknologi Di bidang Sosial


Saat ini, kebutuhan akan teknologi baik itu teknologi informasi maupun telekomunikasi sangatlah tinggi. Semua individu dari golongan menengah ke bawah dan menengah ke atas sangat membutuhkan teknologi. 

1. Dampak negatif teknologi terhadap hubungan sosial yang pertama yaitu munculnya ketergantungan. Media teknologi baik itu teknologi informasi maupun telekomunikasi memiliki kualitas atraktif. Di mana ketika seseorang sudah merasa nyaman dengan teknologi yang ia gunakan, ia seolah-olah menemukan dunianya sendiri dan akan merasa sulit untuk terlepas dari kenyamanan itu. Hal ini berakibat pada hubungan dia dengan orang lain secara face to face akan menurun. Menurut psikiater AS, Jerald Block, kondisi itu harus dilihat sebagai gangguan klinis melihat makin meningkatnya jumlah orang yang kecanduan game dan pornografi di intenet dari pada berbincang dengan keluarga atau sahabatnya. Dan cenderung untuk kurangnya interaksi terhadap lingkungan luar dan sekitar.


2. Dampak negatif teknologi selanjutnya yaitu Violence and Gore. Perkembangan teknologi berupa jaringan internet yang sekarang mudah diakses membuat para pembuat situs berupaya menjual situs yang mereka buat. Salah satu cara yang dapat menarik perhatian yaitu dengan cara menampilkan kekejaman dan kesadisan. Biasanya tampilan seperti ini banyak terdapat pada aplikasi game. Pada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa game yang dimainkan di komputer yang menampilkan unsur kekerasan memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibanding kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam kehidupan nyata sekali pun. Biasanya anak-anak dan remaja yang akan lebih mudah terpengaruh, sehingga bisa menimbulkan kurangnya sensitivitas terhadap sesama, memicu munculnya perilaku agresif, sadistis, bahkan bisa mendorong munculnya sikap kriminal yang ada pada game yang dimainkan mengeser nilai sosial dari pada antar sesama manusia

3. Kemudian Antisocial Behaviour merupakan dampak negatif teknologi yang disebabkan karena penyalahgunaan teknologi itu sendiri. Hal ini terjadi di mana ketika seseorang merasa teknologi merupakan satu-satunya hal yang paling penting dalam hidupnya, sehingga ia melupakan keadaan di sekitarnya. Akan muncul ketidakpedulian dalam dirinya terhadap lingkungannya. Satu-satunya hal yang dapat menarik perhatiannya hanyalah teknologi yang ia gunakan. Akibat yang timbul ialah dia menjadi jarang berinteraksi dengan orang-orang yang berada di lingkungan sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya pun terhambat dan tidak akan berkembang. Dampak terburuk yang akan timbul, dia akan kesulitan untuk bersosialisi dan menjalin relasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Dampak Negatif Teknologi Di bidang Pendidikan


A. Dampak Negatif  dari segi pelajar
  1. Mengganggu Perkembangan Anak dalam keadaan di lingkungan kelas. Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di hand phone (HP) seperti : kamera, permainan (games) akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah. Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan HP untuk mencontek (curang) dalam ulangan/ujian. Bermain HP saat guru menjelaskan pelajaran dan sebagainya. 
  2. Efek radiasi. Selain berbagai kontroversi di seputar dampak negatif penggunaannya,. penggunaan HP juga berakibat buruk terhadap kesehatan, ada baiknya siswa lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan atau memilih HP, khususnya bagi pelajar anak-anak. Jika memang tidak terlalu diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi kesempatan menggunakan HP secara permanen.
  3. Rawan terhadap tindak kejahatan. Ingat, pelajar merupakan salah satu target utama dari pada penjahat. Apalagi HP merupakan perangkat yang mudah dijual, sehingga, anak-anak yang menenteng HP “high end” bisa-bisa dikuntit maling yang mengincar HPnya.
  4. Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. HP bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur pornografi yang tidak mendidik moral generasi muda.
  5. Pemborosan. Dengan mempunyai HP, maka pengeluaran anak akan bertambah, apalagi kalau HP hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan yang saja. Hal ini mendidik anak menjadi senderung untuk membeli hal-hal yang tidak berguna
  6. Pemalas, dengan kecangihan fitur teknologi maka seseorang akan mendidik menjadi pemalas untuk melakukan aktifitas lainnya. Hal ini akan berdampak malasnya anak untuk membantu orang tua.
  7. Menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat. Ada keluarga yang tidak mampu, tetapi karena pergaulan dimana teman-temannya sudah dibelikan HP sehingga mereka merengek-rengek kepada orang tuanya padahal orang tuanya tidak mampu, atau bahkan menimbulkan gank antara gank HP keren dan gank HP jadul atau yang belum memiliki. Hal ini mendidik masyarakat menjadi memiliki kasta di antara kehidupan sosial mereka
  8. Membentuk sifat hedonisme pada anak. Ketika keluar gadget terbaru yang lebih canggih, mereka pun berburu gadget tersebut, padahal mereka sebenarnya belum memahami benar manfaat setiap fitur-fitur baru secara menyeluruh. Mendidik kita terhipnotis pada barang-barang mewah dan memiliki sifat pamer
  9. Anak kita akan sulit diawasi, khususnya ketika masa-masa pubertas, disaat sudah muncul rasa ketertarikan dengan teman cowok/ceweknya, maka HP menjadi sarana ampuh bagi mereka untuk komunikasi, tetapi komunikasi yang tidak baik, hal ini akan mengganggu aktifitas yang seharusnya mereka lakukan, makan, belajar bahkan tidur ! Karena mereka asyik sms-smsan dengan teman lawan jenisnya.
  10. efek sampingan jari yang kebanyakan memencet tombol ketika sms-an, bukankah ujung jari memiliki jutaan syaraf ? apalagi disaat anak-anak pada usia pertumbuhan, tentu kita tidak ingin pertumbuhannya terganggu gara-gara fungsi syaraf yang terhambat pertumbuhannya karena keseringan dipencet. Hal ini bisa mempengaruhi kerja otak mereka


B. Dampak negartif dari segi umum

1. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.
Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.
Cybercrime Adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifat.
• Melintasi batas Negara
• Perbuatan dilakukan secara illegal
• Kerugian sangat besar
• Sulit pembuktian secara hokum

2. Mendidik masyarakat untuk hidup mewah walau pada dasar kemampuannya mereka tak mampu tuk membeli gadget mahal. Hal ini membuat masyarakat untuk cenderung memaksakan kemampuan mereka untuk membeli gadget yang ia kehendaki.

3. Banyaknya penyedia layanan online yang tidak mendidik (pornografi, perjudian, penipuan) hal ini akan menjadikan tertarik, merasa peluang bisnis itu menguntungkan. Mendidik untuk menayangkan hal-hal yang tabu dan memberikan layanan yang tidak mendidik.




Dampak Negatif Teknologi Di bidang Budaya


Dari setiap yang menguntungkan tentu ada hal atau pihak yang merasa dirugikan. Demikian pula dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, disamping berbagai keuntungan yang diberikan juga memiliki dampak negatif atau kerugian yang ditimbulkan.

Sebagai sebuah alat atau mesin, TIK bersifat netral. Bila digunakan dengan benar maka akan memberikan manfaat yang besar bagi manusia, tetapi apabila digunakan untuk kejahatan juga akan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang sangat merugikan. Dampak negatif yang muncul dari pemanfaatan teknologi tidak dapat terhindarkan. Dampak tersebut antara lain sebagai berikut:

1.      Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.

2.      Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat. semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti kesopanan, gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pergaulan bebas, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

3.      Pola interaksi antar manusia yang berubah
Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

4.      Banyaknya budaya perselingkuhan. karena banyak media Program internet relay chatting (IRC) dan internet untuk mencari pertemanan di berbagai belahan dunia, yang memudahkan untuk bertindak selingkuh terhadap pasangannya. Di tambah rasa aman untuk melakukan tindakan perselingkuhan di media Program internet relay chatting (IRC)

5.      Narsisisme, Sebuah studi yang diterbitkan awal tahun ini oleh dua akademisi AS yang menemukan siswa yang semakin gemuk semakin egois dibandingkan dengan generasi sebelumnya karena pengaruh teknologi modern.Siswa masa kini juga lebih cenderung menampilkan perilaku narsis dan kurang menunjukkan empati seperti yang ditampilkan dalam perilaku atau kebiasaannya terus-menerus memperbarui situs jaringan sosial, Bisa berupa narsis foto, narsis dalam update status dan narsis tentang barang-barang baru miliknya. Dalam penelitian tersebut, pria ditemukan lebih cenderung melakukan hal ini, meskipun mereka diasumsikan tidak lebih sering menggunakan teknologi daripada wanita. Dan hal ini menjadikan seseorang menonjolkan hal-hal yang dia miliki dalam istilah kata suka pamer. Yang lebih parahnya ketika budaya narsisisme ini di balut dengan pornografi menunjukkan hal-hal yang kurang sopan.

6.      Tren mode, banyak teknologi membuat manusia untuk selalu mengikuti tren mode masa kini, dengan meluasnya kecangihan untuk mengakses informasi dari berbagai daerah membuat manusia sering mencari-cari tren mode dari berbagai belahan dunia. Al Hasil banyak yang berburu untuk di sebut gaul dan trendi. Hal ini bisa mengeser nilai budaya dari segi busana, gaya bicara, tata laku dan budaya boros untuk membeli barang-barang yang ia kejar untuk mencari tren mode.

7.      Budaya Kriminal.
Dampak lainnya adalah meluasnya budaya kriminalisme. Banyak penjudi dengan jaringan yang tersedia tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi teransaksi.  Maka hal ini membuat masyarakat merasa aman untuk melakukan budaya penjudian. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang). Bisa membuat seseorang kecanduan untuk melakukan tindakan kejahatan, contoh lainnya Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

8.      pergeseran budaya daerah karena budaya asing masuk. Mudahnya bertukar akses informasi membuat cepatnya sebuah budaya daerah tergeser. Contohnya saja ketika budaya barat masuk di dalam kebudayaan indonesia maka banyak generasi muda yang sekarang mengikuti adat barat dan melupakan budaya daerah mereka, seperti membatik, wayang dan sebaginya. Hal ini di perparah dengan cepatnya informasi itu masuk melalui berbagai media yang membuat lunturnya rasa nasionalis untuk mempertahankan budaya daerah.

9.      Budaya Sex dan kekerasan
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Contohnya, pornografi pun merajalela bebas. Banyak web-web yang tidak mendidik yang bisa saja di mengakses siapa saja tanpa terkecuali. Di internet banyak terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak sex dan kekerasan walau pada usahanya banyak penyedia layanan internet mencoba memblokkirnya.

10.  Budaya Cyber-Bullying
Awal tahun ini, sebuah kelompok dokter di AS memperingatkan para remaja dapat menjadi begitu terobsesi dengan Facebook dan mengorbankan kesehatannya. American Academy of Pediatri menyatakan anak-anak yang diabaikan di situs jejaring sosial akan lebih tertekan daripada diabaikan dalam kehidupan nyata. Organisasi ini memperingatkan risiko kesehatan mental anak yang menjadi korban cyber-bullying dan menegaskan bahwa penggunaan beberapa website dalam jangka panjang dapat mempengaruhi pola tidur dan tingkat harga diri. Hal bullying juga bisa membuat antar manusia saling berseteru dan saling ejek-mengejek.

11.  Budaya LUX, yaitu budaya untuk selalu ingin hidup mewah. Menjadikan seseorang lebih mendahulukan kebutuhan lux mereka dari pada kebutuhan pokok


Artikel Terkait:

3 komentar:

  1. kita juga punya nih jurnal mengenai dampak sosial ekonomi, silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya

    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2911/1/74-Pengungkapan%20Corporate%20Sosial%20Responsibility%20(CSR).pdf
    semoga bermanfaat yaa :)

    BalasHapus
  2. terimakasih, sangat bermanfaat untuk membantu tugas saya :)

    BalasHapus
  3. Yang paling repot itu kalo semuanya harus serba online. Mengatas namakan kepraktisan, tapi dibalik itu ada bujukan untuk ketergantungan dengan komunikasi berbayar. Yg diuntungin y provider komunikasi. Untung aja komunikasi sms blm dihapuskan.

    BalasHapus